BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Kita diciptakan
sebagai makhluk yang dibekali dengan akal pikiran dan juga sebagai makhluk sosial
yaitu dalam menjalankan hidup kita sering kali berkomunikasi bukan saja dengan
dori kita sendiri seperti berpikir tetapi juga dengan manusia lainnya.
Interaksi sosial yang kita lakukan sebagai salah satu kebutuhan yang harus
dipenuhi kalau tidak maka akan terjadi penderitaan secara psikologis. Interaksi
sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu
lainnya, individu dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok lainnya. Dalam berkomunikasi dan berinteraksi
dengan orang lain, terkadang kita menyadari bagaimana diri kita saat ini( actual
self), bagaimana diri yang kita inginkan( ideal self), dan bagaimana diri kita
seharusnya ( Ought self). Kita menyadari diri kita, sikap kita, dan seperti apa
diri kita setelah mendapat informasi dari orang lain maupun dari pembelajaran
diri kita kita.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa
definisi konsep diri ?
2.
Faktor
apasajakah yang mempengaruhi konsep diri ?
3.
Apa
pengaruh konsep diri terhadap komunikasi interpersonal?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
DEFINISI
KONSEP DIRI
1.
Konsep
diri adalah gambaran dan penilaian diri kita.
2.
William
D. Brooks, konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita
yang didapat ketika kita berkomunikasi dengan orang lain yang bersifat
psikologis, sosial dan fisis
3.
Anita
Taylor et al, konsep diri sebagai “ all you thing and feel about you, the
entire complex of beliefts and attitudes you hold about yourself “.
B.
FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI
1.
Orang lain
Orang lain sangat berpengaruh dalam membentuk konsep diri
kita. Presepsi orang lain adalah hal yang utama bagaimana kita untuk membentuk
citra kita. Menurut Harry Stack Sullivan (1953) menjelaskan bahwa ketika kita
diterima orang lain (presepsi positif) maka kita juga menerima diri kita,
sebaliknya apabila kita ditolak oleh orang lain maka kita akan menyalahkan diri
kita dan menolak diri kita.Namun hal ini
berlaku untuk orang yang dekat dengan kita seperti orang tua kita dan juga
saudara-saudara kita yang mana dinamakan affective others-orang lain yang
dengan mereka kita mempunyai ikatan emosioal oleh Richard Dewey dan W.J. Humber (1965: 105).
2.
Kelompok Rujukan (Reference Group)
Setiap kelompok atau organisasi memiliki ciri khas dan juga
norma-norma tertentu yang otomatis berbeda dengan oganisasi ataupun kelompok
lain. Ada oragnisasi yang secara emosianal mengikat kita, dan berpengaruh
terhadap pembentukan konsep diri kita. Ini yang disebut kelompok rujukan.
Contohnya adalah Ani bergabung dnegan UKM Islam di UNMER, nah otomotis cara
berpakaian dan cara berperilaku Ani berbeda dengan individu lainnya yang bergabung
dengan UKM basket.
C.
PENGARUH KONSEP DIRI PADA KOM. INTERPERSONAL
Konsep
diri adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam komunikasi interpersonal,
karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep
dirinya.
1.
Nubuat yang dipenuhi sendiri
Contoh ketika saya menganggap bahwa saya seorang yang rajin
, saya akan berusaha untuk rajin kuliah, membantu orang tua, mengerjakan tugas
dengan rapi dan benar , otomatis nilai akademis saya dan non akademis akan
meningkat baik dalam perkuliahan ataupun dalam keluarga. Nah hal ini disebut
dengan nubuat yang dipenuhi sendiri. Nubuat yang dipenuhi sendiri ini adalah
termasuk dalam komunikasi intrapersonal yaitu berkomunikasi dengan diri pribadi
seperti berpikir. Apabila saya berpikir bahwa saya bodoh maka saya benar-benar
akan menjadi orang bodoh, seperti kata pepatah kamu adalah apa yang kamu
pikirkan.
Kesuksesan komunikasi Interpersonal bergantung pada kualitas
konsep diri individu tersebut apakah positif atau negatif. Menurut William
D.Brooks dan Philip Emmert (1976: 42-43) ada empat tanda orang yang memiliki
konsep diri negatif yaitu:
·
Peka terhadap kritikan, indvidu
tersebut menganggap koreksi sebagai usaha untuk menjatuhkan harga dirinya.
·
Responsif terhadap pujian, individu
tersebut selalu senang terhadap pujian tetapi tidak pandai mengungkapkan
pengakuan terhadap kelebihan orang lain.
·
Merasa tidak diseangi orang lain,
merasa tidak diperhatikan.
·
Pesimis terhadap kompetisi yaitu
keenganan untuk bersaing dalam membuat prestasi.
Sebaliknya
konsep diri yang positif akan melahirkan pola perilaku komunikasi interpersonal
yang positf, yaitu melakukan persepsi yang lebih tepat dan cermat. Orang yang
memiliki konsep diri positif ditandai dengan lima hal :
·
Yakin akan kemampuan mengatasi
masalah.
·
Merasa setara dengan orang lain.
·
Ia menerima pujian tanpa rasa malu.
·
Menyadari bahwa setiap individu
memiliki berbagai perasaan.
·
Sanggup memperbaiki dirinya.
2.
Membuka Diri
Semakin banyak intesitas kita berkomuniaksi dengan orang
lain maka pengetahuan tentang siapa diri kita akan semakin bertambah. Dengan
kita membuka diri terhadap orang lain maka konsep diri akan menjadi lebih dekat pada kenyataan dan kita cenderung
menhindari sikap difensif, dan lebih cermat memandang diri kita dan orang lain.
Hubungan antara membuka diri dan konsep diri dapat
dijelaskan dengan menggunakan teori Jauhari window
yang diperkenalkan oleh Joseph Luth dan Harrington Ingham. Yang mana teori ini
mengemukakan bahwa kemampuan seseorang untuk memahami dirinya sendiri baik
perilaku perasaan dan pikirannya sendiri.
Original image : herusetianto.blogspot.com
WILAYAH TERBUKA
Segala aspek dalam diri, seperti
tingkah laku perasaan dan pikiran selain diketahui oleh diri sendiri juga
diketahui orang lain. Jika wilayah ini makin melebar, dalam artian dapat memahami
orang lain dan orang lain dapat memahami
diri kita sehingga akan terjadi komunikasi yang baik. Sebaliknya jika wilayah
ini makin menyempit berati komunikasi semakin tertutup.
WILAYAH BUTA
Segala aspek tingkah laku, perasaan
dan pikiran diketahui orang lain tapi tidak diketahui diri sendiri/tidak
disadari diri sendiri. Jika wilayah makin melebar dan mendesak wilayah lain maka
terjadi kesulitan komunikasi. Wilayah ini ada pada tiap manusia dan sulit
dihapuskan, kecuali mengurangi dengan cara bercermin pada nilai norma dan hukum.
WILAYAH TERSEMBUNYI/RAHASIA
Kemampuan yang kita miliki
tersembunyi atau tidak diketahui orang lain.
Ada dua konsep yaitu:
·
Over Disclosed (terlalu banyak
mengungkapkan sesuatu hal yang harus disembunyikan juga diutarakan).
·
Under Disclosed (terlalu
menyembunyikan sesuatu yang harus dikemukakan).
WILAYAH TAK DIKENAL
Yaitu wilayah paling kritis dalam
komunikasi dimana aspek dalam diri kita yang tidak dikenali baik oleh kita
sendiri dan juga orang lain. Ke empat wilayah johari windows adalah satu
kesatuan yang terdapat dalam dalam diri
setiap orang. Prinsip
berfungsi ke-4 kuadran tersebut yaitu :
·
Perubahan dalam satu kuadran akan
mempengaruhi kuadran yang lain
·
Jika kuadran pertama sangat kecil berarti
seseorang miskin kmunikas.
·
Pembelajaran interpersonal dapat diartikan bahwa perubahan yang terjadi
pada satu tempat kuadran akan mempengaruhi kuadran ditempat yang lain.
3.
Percaya Diri (Self Confidense)
Kepercayaan diri dapat menghilangkan
ketakutan berkomunikasi atau dikenal sebagai communication apprehension. Orang
yang takut berkomuniaksi akan menarik diri dalam pergaualan sehingga seperti
katak dalam tempurung.
4.
Selektivitas
Menurut Anita Taylor et al ( 1977
:112 ) bahwa konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi. Konsep diri
menyebabkan terpaan selektif, persepsi selektif, penyandian selektif dan
ingatan selektif.
Contoh terpaan selektif yaitu setiap
individu dapat memiliki konsep diri yang
berbeda berdasarkan majalah ataupun koran yang dibaca.
Yang dimaksut dengan persepsi
selektif yaitu apabila saya mengkonsipkan diri saya yang negatif maka saya akan
cenderung mempresepsi hal-hal yang negatif pada diri saya.
Contoh ingatan selektif yaitu, saya dapat mengingat
pemain bola klub Real Madrid dan juga daftar gaji semua pemain tetapi saya
tidak mengingat nama tetangga saya.
Sedangkan penyandian selektif yaitu
proses penyusunan lambang-lambang sebagai terjemahan dalam pikiran kita. Jika
kita merasa keturunan memiliki uang banyak ( orang kaya) maka kita pasti tidak membeli
baju yang murah diemperan toko tetapi di mall atapun di butik yang terkenal dan
tentuanya harga dan kualitas yang terbaik.
BAB
III
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.herusetianto.com/2015/02/konsep-diri-teori-johari-windows.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_intrapersonal

Tidak ada komentar:
Posting Komentar