Minggu, 20 November 2016

CONTOH MAKALAH KONSEP DIRI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Kita diciptakan sebagai makhluk yang dibekali dengan akal pikiran dan juga sebagai makhluk sosial yaitu dalam menjalankan hidup kita sering kali berkomunikasi bukan saja dengan dori kita sendiri seperti berpikir tetapi juga dengan manusia lainnya. Interaksi sosial yang kita lakukan sebagai salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi kalau tidak maka akan terjadi penderitaan secara psikologis. Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lainnya, individu dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok lainnya. Dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, terkadang kita menyadari bagaimana diri kita saat ini( actual self), bagaimana diri yang kita inginkan( ideal self), dan bagaimana diri kita seharusnya ( Ought self). Kita menyadari diri kita, sikap kita, dan seperti apa diri kita setelah mendapat informasi dari orang lain maupun dari pembelajaran diri kita kita.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa definisi konsep diri ?
2.      Faktor apasajakah yang mempengaruhi konsep diri ?
3.      Apa pengaruh konsep diri terhadap komunikasi interpersonal?



























BAB II
PEMBAHASAN

A.    DEFINISI KONSEP DIRI

1.      Konsep diri adalah gambaran dan penilaian diri kita.
2.      William D. Brooks, konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita yang didapat ketika kita berkomunikasi dengan orang lain yang bersifat psikologis, sosial dan fisis
3.      Anita Taylor et al, konsep diri sebagai “ all you thing and feel about you, the entire complex of beliefts and attitudes you hold about yourself “.

B.     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI

1.      Orang lain
Orang lain sangat berpengaruh dalam membentuk konsep diri kita. Presepsi orang lain adalah hal yang utama bagaimana kita untuk membentuk citra kita. Menurut Harry Stack Sullivan (1953) menjelaskan bahwa ketika kita diterima orang lain (presepsi positif) maka kita juga menerima diri kita, sebaliknya apabila kita ditolak oleh orang lain maka kita akan menyalahkan diri kita dan menolak diri kita.Namun  hal ini berlaku untuk orang yang dekat dengan kita seperti orang tua kita dan juga saudara-saudara kita yang mana dinamakan affective others-orang lain yang dengan mereka kita mempunyai ikatan emosioal oleh  Richard Dewey dan W.J. Humber (1965: 105).
2.      Kelompok Rujukan (Reference Group)
Setiap kelompok atau organisasi memiliki ciri khas dan juga norma-norma tertentu yang otomatis berbeda dengan oganisasi ataupun kelompok lain. Ada oragnisasi yang secara emosianal mengikat kita, dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Ini yang disebut kelompok rujukan. Contohnya adalah Ani bergabung dnegan UKM Islam di UNMER, nah otomotis cara berpakaian dan cara berperilaku Ani berbeda dengan individu lainnya yang bergabung dengan UKM basket.

C.     PENGARUH  KONSEP DIRI PADA KOM. INTERPERSONAL

Konsep diri adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya.
1.      Nubuat yang dipenuhi sendiri
Contoh ketika saya menganggap bahwa saya seorang yang rajin , saya akan berusaha untuk rajin kuliah, membantu orang tua, mengerjakan tugas dengan rapi dan benar , otomatis nilai akademis saya dan non akademis akan meningkat baik dalam perkuliahan ataupun dalam keluarga. Nah hal ini disebut dengan nubuat yang dipenuhi sendiri. Nubuat yang dipenuhi sendiri ini adalah termasuk dalam komunikasi intrapersonal yaitu berkomunikasi dengan diri pribadi seperti berpikir. Apabila saya berpikir bahwa saya bodoh maka saya benar-benar akan menjadi orang bodoh, seperti kata pepatah kamu adalah apa yang kamu pikirkan.
Kesuksesan komunikasi Interpersonal bergantung pada kualitas konsep diri individu tersebut apakah positif atau negatif. Menurut William D.Brooks dan Philip Emmert (1976: 42-43) ada empat tanda orang yang memiliki konsep diri negatif yaitu:

·         Peka terhadap kritikan, indvidu tersebut menganggap koreksi sebagai usaha untuk menjatuhkan harga dirinya.
·         Responsif terhadap pujian, individu tersebut selalu senang terhadap pujian tetapi tidak pandai mengungkapkan pengakuan terhadap kelebihan orang lain.
·         Merasa tidak diseangi orang lain, merasa tidak diperhatikan.
·         Pesimis terhadap kompetisi yaitu keenganan untuk bersaing dalam membuat prestasi.

Sebaliknya konsep diri yang positif akan melahirkan pola perilaku komunikasi interpersonal yang positf, yaitu melakukan persepsi yang lebih tepat dan cermat. Orang yang memiliki konsep diri positif ditandai dengan lima hal :
·         Yakin akan kemampuan mengatasi masalah.
·         Merasa setara dengan orang lain.
·         Ia menerima pujian tanpa rasa malu.
·         Menyadari bahwa setiap individu memiliki berbagai perasaan.
·         Sanggup memperbaiki dirinya.

2.      Membuka Diri
Semakin banyak intesitas kita berkomuniaksi dengan orang lain maka pengetahuan tentang siapa diri kita akan semakin bertambah. Dengan kita membuka diri terhadap orang lain maka konsep diri akan menjadi  lebih dekat pada kenyataan dan kita cenderung menhindari sikap difensif, dan lebih cermat memandang diri kita dan orang lain.
Hubungan antara membuka diri dan konsep diri dapat dijelaskan dengan menggunakan teori Jauhari window yang diperkenalkan oleh Joseph Luth dan Harrington Ingham. Yang mana teori ini mengemukakan bahwa kemampuan seseorang untuk memahami dirinya sendiri baik perilaku perasaan dan pikirannya sendiri.

Description: KONSEP DIRI, TEORI JOHARI WINDOWS, KESADARAN DIRI, PERBEDAAN KARAKTERISTIK ORANG YANG TERBUKA DAN ORANG TERTUTUP
Original image : herusetianto.blogspot.com


WILAYAH TERBUKA
Segala aspek dalam diri, seperti tingkah laku perasaan dan pikiran selain diketahui oleh diri sendiri juga diketahui orang lain. Jika wilayah ini makin melebar, dalam artian dapat memahami orang lain  dan orang lain dapat memahami diri kita sehingga akan terjadi komunikasi yang baik. Sebaliknya jika wilayah ini makin menyempit berati komunikasi semakin tertutup.

WILAYAH BUTA
Segala aspek tingkah laku, perasaan dan pikiran diketahui orang lain tapi tidak diketahui diri sendiri/tidak disadari diri sendiri. Jika wilayah makin melebar dan mendesak wilayah lain maka terjadi kesulitan komunikasi. Wilayah ini ada pada tiap manusia dan sulit dihapuskan, kecuali mengurangi dengan cara bercermin pada nilai norma dan hukum.

WILAYAH TERSEMBUNYI/RAHASIA
Kemampuan yang kita miliki tersembunyi atau tidak diketahui orang lain. Ada dua konsep yaitu:
·         Over Disclosed (terlalu banyak mengungkapkan sesuatu hal yang harus disembunyikan juga diutarakan).
·         Under Disclosed (terlalu menyembunyikan sesuatu yang harus dikemukakan).

WILAYAH TAK DIKENAL
Yaitu wilayah paling kritis dalam komunikasi dimana aspek dalam diri kita yang tidak dikenali baik oleh kita sendiri dan juga orang lain. Ke empat wilayah johari windows adalah satu kesatuan yang terdapat dalam  dalam diri setiap orang. Prinsip berfungsi ke-4 kuadran tersebut yaitu :
·         Perubahan dalam satu kuadran akan mempengaruhi kuadran yang lain
·         Jika kuadran pertama sangat kecil berarti seseorang miskin kmunikas.
·         Pembelajaran interpersonal  dapat diartikan bahwa perubahan yang terjadi pada satu tempat kuadran akan mempengaruhi kuadran ditempat yang lain.

3.      Percaya Diri (Self Confidense)
Kepercayaan diri dapat menghilangkan ketakutan berkomunikasi atau dikenal sebagai communication apprehension. Orang yang takut berkomuniaksi akan menarik diri dalam pergaualan sehingga seperti katak dalam tempurung.

4.      Selektivitas
Menurut Anita Taylor et al ( 1977 :112 ) bahwa konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi. Konsep diri menyebabkan terpaan selektif, persepsi selektif, penyandian selektif dan ingatan selektif.
Contoh terpaan selektif yaitu setiap individu  dapat memiliki konsep diri yang berbeda berdasarkan majalah ataupun koran yang dibaca.
Yang dimaksut dengan persepsi selektif yaitu apabila saya mengkonsipkan diri saya yang negatif maka saya akan cenderung mempresepsi hal-hal yang negatif pada diri saya.
Contoh  ingatan selektif yaitu, saya dapat mengingat pemain bola klub Real Madrid dan juga daftar gaji semua pemain tetapi saya tidak mengingat nama tetangga saya.
Sedangkan penyandian selektif yaitu proses penyusunan lambang-lambang sebagai terjemahan dalam pikiran kita. Jika kita merasa keturunan memiliki uang banyak ( orang kaya) maka kita pasti tidak membeli baju yang murah diemperan toko tetapi di mall atapun di butik yang terkenal dan tentuanya harga dan kualitas yang terbaik.





BAB III
DAFTAR PUSTAKA

http://www.herusetianto.com/2015/02/konsep-diri-teori-johari-windows.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_intrapersonal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar