BAB
6
PEMECAHAN
MASALAH DALAM KELOMPOK
1.1
Manfaat
dan Kelemahan Pemecahan Masalah dalam Kelompok
Manfaat
pemecahan masalah dalam kelompok yaitu;
1. Meningkatnya
rasa memiliki terhadap kelompok.
2. Meningkatnya
loyalitas kepada perusahan.
3. Meningkatnya
etos kerja.
4. Meningkatnya
rasa tanggung jawab untuk membangun perusahan.
5. Memperoleh
kebijakan perusahan yang bermutu.
6. Meningkatkan
kreatifitas karyawan dalam bekerja.
7. Menghasilkan
rencana kerja yang disiapkan secara kolektif.
Kelemahan
dalam pemecahan masalah dalam kelompok yaitu;
1. Memrlukan
waktu yang lama.
2. Memerlukan
biaya yang tinggi.
3. Memerlukan
tempat khusus.
4. Memungkinkan
terjadinya dominasi personala atau kelompok.
1.2
Kepemimpinan
dalam Kelompok
Dalam memecahkan masalah dalam
kelompok, membutuhkan seorang pemimpin. Sehubungan dengan kepemimpinan, maka
terdapat beberapa gaya kepemimpinan, yaitu;
a. Gaya
Otoriter,yaitu tipe pemimpin yang tidak mau mendenagrkan pendapat karyawan dan
suka memerintah dan juga egois. Dan ia merasa karyawan tidak berhak untuk ikut
terlibat dalam mengambil keputusan.
b. Gaya
Supervisory, yaitu pemimpin menempatkan dirinya setara dengan karyawannya.
Akibatnya fungsi kepemimpinan tidak berjalan efektif dan apalagi pemimpin
sepertinya agak ragu dalam mengambil resiko.
c. Laissez
Faire, yaitu potret kepemimpinan yang lemah dan tidak bertanggung jawab.
Pemimpin lebih banyak mengambil peran sbagai penonton dan kepemimpinan hanya
bersifat simbolik.
d. Gaya
Demokratis, pemimpin yang handal dan melibatkan karyawannya dalam mengambil
keputusan dan juga sebagai inspirator bagi karywannya.
1.3
Kepemimpinan
Situasional
Pemimpin
yang profesional harus dapat menentukan gaya kepemimipinan mana yang harus
diambil dengan melihat budaya perusahannya. Jika hal ini tidak dilakukan maka
akan timbul kendala yang cukup serius karena gaya kepemimpinan yang diterapkan
ternayat tidak sesuai dengan kondisi perusahannya. Oleh karena itu gaya
kepemimpinan situasioanl adalah gaya kepemimpinan tergantung dari situasi
kondisi yang terjadi dengan perusahan. Gaya kepemimpinan situasional bersifat
fleksibel,lentur atau daptif erhadap perkembangan situasi dan kondisi
perusahan.
1.4
Fungsi
Ketua dan Peserta Rapat
a)
Fungsi
Ketua Rapat
1. Memberikan
pengarahan kepada peserta rapat.
2. Menengahi
perbedaan pendapat dalam rapat.
3. Membantu
memperjelas pendapat peserta rapat kepada peserta lainnya.
4. Membuat
jalan keluar jika peserta rapat tidak menemukan solusi.
5. Memberikan
motifasi kepada peserta rapat.
6. Memberikan
jaminan terhadap berlangsungnya diskusi pemecahan masalah.
7. Menumbuhkan
dan mengembangkan suasana diskusi yang kondusif dan terbuka.
8. Menjadi
narasumber informasi.
9. Mengevaluasi
pendapat.
10. Menyimpulkan
hasil rapat.
b)
Fungsi
Peserta Rapat
1. Memberikan
pendapat atau gagasan untuk memecahkan masalah.
2. Memebrikan
informasi atau data yang diperlukan untuk pemecahan masalah.
3. Membantu
ketua rapat agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.
4. Menyimak
jalannya pemecahan masalah dengan cermat dan seksama.
5. Menerima
kesimpulan / keputusan rapat dengan sungguh-sungguh.
6. Memberi
motivasi kepada peserta lainnya agar menyampaikan gagasan atau pendapat dalam
rapat.
1.5
Karakteristik
Rapat yang Efektif
Beberapa karakteristik yang
menandai bahwa suatu rapat yang seang berlangsung berjalan efektif, yaitu;
1. Ada
agenda dan tujuan rapat.
2. Suasana
rapat terbuka.
3. Ada
antusiasme ketua dan peserta rapat.
4. Ada
pengarahan dan pengendalian.
5. Ketua
dan peserta rapat tidak emosioal.
6. Tidak
ada dominasi.
7. Informasi
disampaikan dengan jelas.
8. Ada
keputusan atau hasil rapat.
1.6
Langkah-Langkah
Pemecahan Masalah dalam Kelompok
Curtis, Floyd dan Winsor (2000)
memberikan langkah-langkah pemecahan sebagai berikut;
1. Mendefinisikan
dan membatasi masalah.
2. Menganalisa
masalah.
·
Harus dilakukan secepat
mungkin.
·
Harus dicapai dengan
anggaran yang telah ditentukan.
·
Harus disetujui oleh
semua anggota rapat.
·
Harus benar-benar
menyelesaikan masalah.
3. Mengahsilkan
pemecahan masalah yang memungkinkan.
4. Menilai pemecahan masalah yang disarankan.
5. Memilih
pemecahan masalah yang terbaik.
6. Melaksanakan
pemecahan masalah.
6.7
Sifat Komunikasi Kelompok Kecil
Beberapa
sifat komunikasi kelompok kecil, yaitu;
1. Para
anggota kelompok kecil berkomunikasi secara tatap muka.
2. Kelompok
memiliki anggota yang terbatas, kurang lebih 3-12 orang.
3. Kelompok
bekerja di bawah pengarahan seorang pemimpin.
4. Anggota
kelompok memiliki pengaruh satu dengan yang lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar