Selasa, 15 November 2016

KOMUNIKASI BISNIS UMAR FAROUQ VI

BAB 6
PEMECAHAN MASALAH DALAM KELOMPOK

1.1   Manfaat dan Kelemahan Pemecahan Masalah dalam Kelompok
Manfaat pemecahan masalah dalam kelompok yaitu;
1.      Meningkatnya rasa memiliki terhadap kelompok.
2.      Meningkatnya loyalitas kepada perusahan.
3.      Meningkatnya etos kerja.
4.      Meningkatnya rasa tanggung jawab untuk membangun perusahan.
5.      Memperoleh kebijakan perusahan yang bermutu.
6.      Meningkatkan kreatifitas karyawan dalam bekerja.
7.      Menghasilkan rencana kerja yang disiapkan secara kolektif.
Kelemahan dalam pemecahan masalah dalam kelompok yaitu;
1.      Memrlukan waktu yang lama.
2.      Memerlukan biaya yang tinggi.
3.      Memerlukan tempat khusus.
4.      Memungkinkan terjadinya dominasi personala atau kelompok.

1.2   Kepemimpinan dalam Kelompok
Dalam memecahkan masalah dalam kelompok, membutuhkan seorang pemimpin. Sehubungan dengan kepemimpinan, maka terdapat beberapa gaya kepemimpinan, yaitu;
a.       Gaya Otoriter,yaitu tipe pemimpin yang tidak mau mendenagrkan pendapat karyawan dan suka memerintah dan juga egois. Dan ia merasa karyawan tidak berhak untuk ikut terlibat dalam mengambil keputusan.
b.      Gaya Supervisory, yaitu pemimpin menempatkan dirinya setara dengan karyawannya. Akibatnya fungsi kepemimpinan tidak berjalan efektif dan apalagi pemimpin sepertinya agak ragu dalam mengambil resiko.
c.       Laissez Faire, yaitu potret kepemimpinan yang lemah dan tidak bertanggung jawab. Pemimpin lebih banyak mengambil peran sbagai penonton dan kepemimpinan hanya bersifat simbolik.
d.      Gaya Demokratis, pemimpin yang handal dan melibatkan karyawannya dalam mengambil keputusan dan juga sebagai inspirator bagi karywannya.

1.3   Kepemimpinan Situasional
Pemimpin yang profesional harus dapat menentukan gaya kepemimipinan mana yang harus diambil dengan melihat budaya perusahannya. Jika hal ini tidak dilakukan maka akan timbul kendala yang cukup serius karena gaya kepemimpinan yang diterapkan ternayat tidak sesuai dengan kondisi perusahannya. Oleh karena itu gaya kepemimpinan situasioanl adalah gaya kepemimpinan tergantung dari situasi kondisi yang terjadi dengan perusahan. Gaya kepemimpinan situasional bersifat fleksibel,lentur atau daptif erhadap perkembangan situasi dan kondisi perusahan.
1.4   Fungsi Ketua dan Peserta Rapat
a)      Fungsi Ketua Rapat
1.      Memberikan pengarahan kepada peserta rapat.
2.      Menengahi perbedaan pendapat dalam rapat.
3.      Membantu memperjelas pendapat peserta rapat kepada peserta lainnya.
4.      Membuat jalan keluar jika peserta rapat tidak menemukan solusi.
5.      Memberikan motifasi kepada peserta rapat.
6.      Memberikan jaminan terhadap berlangsungnya diskusi pemecahan masalah.
7.      Menumbuhkan dan mengembangkan suasana diskusi yang kondusif dan terbuka.
8.      Menjadi narasumber informasi.
9.      Mengevaluasi pendapat.
10.  Menyimpulkan hasil rapat.

b)     Fungsi Peserta Rapat
1.      Memberikan pendapat atau gagasan untuk memecahkan masalah.
2.      Memebrikan informasi atau data yang diperlukan untuk pemecahan masalah.
3.      Membantu ketua rapat agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.
4.      Menyimak jalannya pemecahan masalah dengan cermat dan seksama.
5.      Menerima kesimpulan / keputusan rapat dengan sungguh-sungguh.
6.      Memberi motivasi kepada peserta lainnya agar menyampaikan gagasan atau pendapat dalam rapat.

1.5   Karakteristik Rapat yang Efektif
Beberapa karakteristik yang menandai bahwa suatu rapat yang seang berlangsung berjalan efektif, yaitu;
1.      Ada agenda dan tujuan rapat.
2.      Suasana rapat terbuka.
3.      Ada antusiasme ketua dan peserta rapat.
4.      Ada pengarahan dan pengendalian.
5.      Ketua dan peserta rapat tidak emosioal.
6.      Tidak ada dominasi.
7.      Informasi disampaikan dengan jelas.
8.      Ada keputusan atau hasil rapat.

1.6   Langkah-Langkah Pemecahan Masalah dalam Kelompok
Curtis, Floyd dan Winsor (2000) memberikan langkah-langkah pemecahan sebagai berikut;
1.      Mendefinisikan dan membatasi masalah.
2.      Menganalisa masalah.
·         Harus dilakukan secepat mungkin.
·         Harus dicapai dengan anggaran yang telah ditentukan.
·         Harus disetujui oleh semua anggota rapat.
·         Harus benar-benar menyelesaikan masalah.
3.      Mengahsilkan pemecahan masalah yang memungkinkan.
4.      Menilai  pemecahan masalah yang disarankan.
5.      Memilih pemecahan masalah yang terbaik.
6.      Melaksanakan pemecahan masalah.


6.7                         Sifat Komunikasi Kelompok Kecil
Beberapa sifat komunikasi kelompok kecil, yaitu;
1.      Para anggota kelompok kecil berkomunikasi secara tatap muka.
2.      Kelompok memiliki anggota yang terbatas, kurang lebih 3-12 orang.
3.      Kelompok bekerja di bawah pengarahan seorang pemimpin.
4.     Anggota kelompok memiliki pengaruh satu dengan yang lainnya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar