BAB 5
KOMUNIKASI TERTULIS
1.1
Prinsip-Prinsip
Komunikasi Tertulis
a. Completeness
(Kelengkapan)
·
Informasi pesan dapat
menjawab semua pertanyaan.
·
Berikan informasi
tambahan.
·
Seyogyanya mencakup 5 W
dan 1 H.
b. Consiness
(Kepadatan isi pesan), pesan yang disampaikan harus singkat, padat dan jelas.
Kata ,frasa dan kalimat harus bernas, informatif, dan komunikatif, teliti dan
tidak multi tafsir.
c. Consideration
(Pertimbangan), sebelum melakukan komunikasi tertulis harus benar-benar
mempertimbangkan pesan apa yang kita sampaikan.
d. Concreteness
(Kenyataan), pesan harus spesifik, jelas dan mengandung kepastian.
e. Clarity
(Kejelasan), harus jelas dan mudah dipahami pembaca.
·
Memilih kata ayang
pendek dan biasa digunakan.
·
Menyusun kalimat secara
beraturan.
·
Kesopanan
f. Courtesy
(Kesopanan), pesan yang disampaikan tidak menyinggung atau melukai hati orang
yang membaca.
g. Correctness
(Kebenaran), pesan yang disampaikan berdasarkan dan data yang bisa
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
1.2
Surat
Bisnis
Surat bisnis atau surat niaga
merupakan jenis surat yang biasa digunakan dalam suatu organisasi bisnis
seperti perusahan dengan tujuan untuk mencari keuntungan.
1. Surat
Perkenalan, biasanya berisi tentang profil perusahan yang baru didirikan kepada
publik.
2. Surat
Permintaan Penawaran/Permintaan Daftar Harga, biasanya yang ditanyakan adalah harga,
3. kualaitas, layanan purna jual dan lain
sebagainya.
4. Surat
Penawaran, harus menggunakan bahasa yang persuasif dan menarik.
5. Surat
Pesanan, sebelum menulis surat pesanan, sebaiknya pertimbangkan apakah anggaran
yang tersedia diperusahan tercukupi.
6. Faktur
dan Rekening, harus dibuat atas nama pembeli dan keterangan harus sesuai.
7. Surat
Pengantar Barang dan Daftar Rincian Barang, yang berfungsi sebagai tanda terima
penyerahan barang.
8. Surat
Keluhan/ Pengaduan.
9. Surat
Tuntutan, surat permintaan ganti rugi dari pembeli kepada penjual berkaitan
dengan pelayanan yang telah diberikan.
10. Surat
Gugatan,surat yang digunakan untuk mengajukan perkara melalui jalur hukum.
11. Surat
Permohonan Pembelian secara Kredit.
1.3
Periklanan
Beberapa
elemen pokok dalam pemasaran yaitu produk, harga, promosi, tempat dan
pelayanan. Dalam melakukan promosi perusahan dapat melakukan kegiatan
periklanan, publisitas dan juga penjualan langsung. Iklan dapat melaui media
cetak, ataupun juga media lainnya.
1.3.1
Periklanan
yang Efektif
Iklan yang efektif akan
meningkatkan volume penjualan. Oleh karena itu harus melakukan strategi yang
tepat untuk mengiklankan produk dengan baik. Yaitu dengan cara melakukan
periklanan kelembagaan dan periklanan produk atau barang. Hal ini agar publik
dapat mengetahui hal ihwal lembaga dan produk bersangkutan. Periklanan akan
berjalan efektif apabila periklanan kelembagaan dan produk dilakukan secara
stimulan dengan target atau sasaran yang tepat.
1.3.2
Tahapan
Membuat Iklan
1. Menentukan
sasaran dan sifat iklan
2. Menentukan
anggaran periklanan
3. Menentuksn
pesan
4. Pemilihan
media
5. Penentuan
media yang lebih spesifik
6. Penentuan
ekspos iklan
7. Eveluasi
kegiatan periklanan
1.3.3
Ruang
Lingkup Iklan dan Pemilihan Media
Pilihan media terkait dengan daya jangkau
periklanan yang diinginkan apakah bersifat lokal, regional, nasioanl atau
internasioanl. Bberapa pilihan medi diantaranya adalah;
a. Televisi
b. Radio
c. Bioskop
d. Surat
kabar
e. Majalah
f. Tabloid
g. Iklan
diluar ruangan (spanduk dll).
1.3.4
Gaya
Periklanan
a. Gaya
Bagian Hidup, biasanya amenggambarkan tentang keluraga bahagia (iklan
kecap,susu dan mie instan).
b. Gaya
Gaya Hidup, biasanya amenggambarkan tentang gaya hidup yang high class (iklan
gudang garam indonesia).
c. Gaya
Fantasi, untuk membangun sebuah khayalan tertentu (permen mint, seakan kita
berada di freezer yang sangat dingin).
d. Gaya
Suasana Hati dan Citra, untuk menciptakan suasana hati atau citra yang lembut ,
kasih sayang, cinta, cantik dan kedamaian (iklan kosmetik dan johnson).
e. Gaya
Musikal, pesan iklan yang disampaikan dalam bentuk lagu atau jingle (produk
kopi cap kapal api).
f. Gaya
Lambang Kepribadian, dengan menonjolkan karakter tertentu dari pengguna produk
yang diiklankan( dji sam soe).
g. Gaya
Keahlian Tekhnik, dengan cara menunjukan keahlian tekhnik peruasahan dalam
membuat produknya (teh botol sosor yang mengklaim sebagai ahlinya teh).
h. Gaya
Bukti Ilmiah, disajikan bukti ilmiah dari keunggulan produk.
i.
Gaya Bukti Tanda
Penghargaan.
1.3.5
Nada
dalam Iklan
Untuk dapat menyampaikan pesan
dengan tepat, didalam pembuatan iklan tidak cukup jika pesan tersebut hanya
disampaikan dengan untaian kata-kata yang persuasif dan menarik oleh seorang
narator. Iklan perlu dilengkapi dengan ilustrasi musik sebagai latar belakang
penyampaian narasi dan harus sesuai dengan iklan tersebut. Di samping itu
pembacaan narasi harus mengambil ritme dan intonasi yang tepat.
1.3.6
Kekuatan
Kata-Kata
Kekuatan kata-kata dalam iklan
dapat membuat publik konsumen selalu ingat produk yang diiklankan. Contoh produk oreo dengan
kata-kata, yakni diputer..., dijilat,,,,dicelupin !
1.3.7
Format
Iklan
Format iklan yang baik akan mampu
menampilkan iklan menjadi lebih menonjol dari pada iklan sejenis. Dapat
disiasati dengan komposisi warna, bentuk huruf, ukuran, ilustrasi gambar, musik
yang dikombinasikan secara tepaat dan pas sehingga menciptakan hasil yang
elegan. Dan format iklan sebaiknya berbeda dengan iklan lainnya.
1.4
Press
release
Press Release atau siaran pers
biasanya dibagikan oleh perusahan kepada para wartawan atau media massa , baik
melalui kurir atau lewat fax. Ke kantor media massa. Siaran pers yang memiliki
nilai jurnalistik biasanya dikeluarkan oleh bidang PR suatu lembaga yang tengah
dibelit masalah yang serius sehingga menjadi sumber berita yang menarik dan
bahkan menjadi laporan utama .
1.4.1
Penulisan
Press Release
·
Seyogyanya ditulis
dengan singkat, padat dan jelas.
·
Informasi mengandung 5
W dan 1 H.
·
Dilengkapai dengan
ilustrasi gambar, foto, grafik dan tabel data.
·
Menulis dengan kertas
yang memiliki kop surat.
·
Menulis nama yang
bertanggung jawab atas isi press elease dan bubuhkan tanda tangan.
·
Sertakan foto identitas
·
Dilampiri dengan
bahan-bahan yang mendukung isi press reliase.
1.4.2
Pengiriman
Press Release
Dalam pengiriman press release
perlu memperhatikan hal-hal berikut;
·
Kirimkan press release
secepat mungkin
·
Bila ada wartawan yang
dikenal, tunjukan press release tersebut untuk diberi masukan
·
Pengiriman dapat
dilakukan melalui fax.
·
Bila melampirkan foto
atau cetakan berwarna lebih baik pengiriman dilakukan melalui kurir.
·
Konfirmasikan apakah
press release sudah diterima oleh media massa melalui telepon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar