BAB 4
KOMUNIKASI LISAN
1.1
Pentingnya
Komunikasi Lisan
Keterampilan
komunikasi lisan dapat membantu efektifitas proses pelaksanaan pekerjaan
bersama dengan orang lain. Berbicara atau berkomunikasi lisan merupakan
kegiatan komunikasi yang frekuensinya sangat tinggi. Dalam perusahan komunikasi
lisan dapat ditemui dalam rapat, wawancara , negosiasi dan lainnya.
1.2
Bagaimana
Berbicara Efektif Itu ?
Komunikasi
lisan tidak cukup dipelajari secara teoritis tetapi harus dipelajari secara
praktis. Dalam praktek komunikasi lisan di bidang bisnis, komunikasi lisan
tersebut dapat berupa kegiatan public speaking seperti pidato dan ceramah atau
presentasi.
1.3
Kiat-Kiat
Public Speaking
Gerald
Green memberikan beberapa kiat-kiat Public speaking;
1. Menjadi
diri sendiri.
2. Berbicara
menurut kepentingan audience.
3. Menjadi
orang yang layak untuk membawakan topik.
4. Jangan
merisaukan kegugupan, suara, aksen, tingkat pendidikan.
5. Mengatasi
rasa malu.
6. Bicaralah
dengan antusias dan tulus dan jangan terlalu ambil pusing dengan respon
pendengar.
7. Menambah
pengetahuan dan banyak berlatih.
8. Menikmati
public speaking.
1.4
Tujuan
Komunikasi Lisan
1. Menginformasikan
kepada audience menganai hal yang baru dalam organisasi.
2. Meyakinkan
audience tentang suatu hal yang penting bagi organisasi
3. Membujuk
audience untuk bersikap sesuai dengan harapan oraganisasi.
4. Menginspirasi
audience untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan kepentingan organisasi.
5. Menghibur
audience agar merasa nyaman dan senang dengan informasi yang disampaikan.
1.5
Prinsip-Prinsip
public Speaking
1. Prinsip
Motivasi
·
Memberitahukan manfaat
materi yang disampaikan.
·
Menggunakan audience
sebagai contoh dalam ilustrasi.
·
Membangkitkan rasa
ingin tahu.
2. Prinsip
Perhatian
·
Menyampaikan cerita
yang menarik
·
Berbicara dengan menggunakan
kata frasa dengan keras atau lambat.
·
Melakukan tindakan
secara tiba-tiba.
·
Menyajikan materi
sesuai kebutuhan.
3. Prinsip
Keinderaan, memaksimalkan fungsi indera-indera.
4. Prinsip
Pengertian
·
Gunakan kalimat dan
ilustrasi yang mudah dipahami.
·
Pembicaraan dibuat
sistimatis dan memoteknik
5. Prinsip
Pengulangan, pembicara mengulangi bagian yang penting agar tidak mudah
dilupakan oleh pendengar.
6. Prinsip
Kegunaan, materi yang disampaikan harus benar-benar berguna bagi pendengar.
1.6
Peluru
Emas Komunikasi Lisan
Ketika
seorang pimpinan melakukan presentasi bisnis didepan publik , tentu memiliki
target komunikasi yang diharapkan dapat dicapai. Untuk dapat mencapai target
komunikasi, maka perlu membuat strategi yang terencana dengan baik.
1. Peluru
Emas Pertama, yaitu mengatakan bahwa sangat senang berada ditengah-tengah
mereka.
2. Peluru
emas kedua, memberikan pujian yang tulus
3. Peluru
emas ketiga, sebut nama beberapa orang audience.
4. Peluru
emas keempat, jangan menonjolkan kelebihan tetapi tunjukan kredibilitas secara
proposional.
5. Peluru
emas kelima, menggunakan kata sapaan kita bukan anda.
1.7
Bagaimana
melakukan public speaking yang menarik ?
1. Berbicara
dengan santai, tersenyum,dan jangan menciptakan terbar pesona.
2. Menggunakan
bahasa yang tidak terlalu formal.
3. Memanfaatkan
kontak mata secara efektif.
4. Menyiapkan
catatan.
4.8
Metode Penyajian
A.
Metode
Impromtu, metode ini digunakan tanpa melakukan
persiapan karena lebih banyak improvisasi.
B.
Metode
Menghafal, biasanya digunakan oleh pemula yang
belum berpengelaman dan terasa kaku, tidak ekspersif, dan terkesan tradisional
dan kurang menarik.
C.
Metode
Naskah, dengan menggunakan metode ini maka dapat
menghindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan.
D.
Metode
Estemporan, dengan menggunakan catatan kecil
sehingga materi yang disampaikan secara sistematis.
4.9
Panduan Melakukan Public Speaking dari Awal
sampai Akhir
1. Harus
memilik rasa percaya diri yang tinggi.
2. Lebih
awal tiba ditempat public speaking.
3. Bersikap
setenang mungkin.
4. Ambil
posisi yang nyaman.
5. Perkenalkan
diri yang sopan dan rendah hati.
6. Buat
penyajaian awal yang menyenangkan.
7. Menggunakan
bahasa yang mudah dimengerti.
8. Berbicara
dengan suara yang nyaman, jelas dan bersemangat.
9. Manfaatkan
kontak mata.
10. Pelajari
tanggapan audience dengan membaca ekspresi wajah mereka.
11. Menggunakan
bahasa tubuh yang efektif.
12. Humor
untuk mengurangi rasa gugup.
13. Jangan
jeda terlalu lama.
14. Tampilah
secara menarik.
15. Jangan
membaca materi secara langsung dari catatan.
16. Menggunakan
tekhnik bertanya yang baik.
17. Menjawab
pertanyaan untuk semua audience.
18. Mengapresiasi
setiap pertanyaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar