Selasa, 15 November 2016

RESUM BUKU KOMUNIKASI BISNIS UMAR FAROUQ BAB II

BAB 2
KOMUNIKASI VERBAL

1.1  Pengertian dan peranan komunikasi verbal
Komuniaksi verbal adalah komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan bahasa, baik berupa lisan maupun bahasa tulisan. Tanpa adanya fungsi komunikasi verbal maka fungsi-fungsi manajemen tidak dapat dilaksanakan. Efek internal secara lebih kongkrit komunikasi verbal dapat menyebabkan iklim kerja lebih kondusif, produktifitas meningkat, turn over karyawan menurun, kedisiplinan dan ethos kerja meningkat. Sedangkan efek eksternal komunikasi verbal dapat berupa citra kelembagaan yang baik,adanya dukungan masyarakat terhadap keberadaan organisasi bisnis/ perusahan dan adanya kerja sama dengan pihak-pihak lain yang berkelanjutan.

1.2  Tujuan Komuniaksi Verbal
Kegiatan-kegiatan organisasi yang berhubungan dengan komunikasi verbal, antar lain sebagai berikut;
a.       Rapat/ meeting sangat terpengaruh dari kemampuan komunikasi verbal seorang pimpinan dan peserta rapat.
b.      Penerimaan Pegawai
Pada saat wawancara seleksi calon karyawan , seorang pewawancara harus memiliki keterampilan komunikasi  verbal agar dapat menggali informasi mengenai kualitas calon karyawan.
c.       Orientasi Pegawai
Dalam orientasi pegawai pimpinan memberikan penjelasan mengenai filosofi organisasi, visi, misi, tujuan dan sebagainya.

1.3  Komunikasi Verbal : Lisan dan Tertulis
1.3.1        Komuniksi Lisan
Dalam praktek komunikasi bisnis, komunikasi lisan dapat berupa pemberian instruksi, penjelasan, laporan lisan, pembicaraan untuk atas suatu kebijakan yang akan diambil, usulan, pujian, teguran, presentasi, negosiasi dan sebagainya. Agar komunikasi lisan dapat dilakukan secara efektif maka perlu mempersiapkan secara efektif dintaranya memilih subjek, menentukan tujuan, menganalisa pendengar, mengumpulkan materi, menyusun garis- garis besar yang akan dikomunikasikan dan melakukan latihan.

1.3.2        Komunikasi tertulis
Dalam kegiatan bisnis komunikasi tertulis dapat berupa laporan tertulis, surat pemberitahuan, surat peringatan, surat keputusan, surat undangan, surat penawaran, surat permintaan barang, memo dan sebagainya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi tertulis yaitu penampilan,pilihan kata,perumusan kalimat yang sederhana, singkat dan padat, tata bahasa yang baik dan benar, kelengkapan informasi yang disampaikan dan kesopan santunan.

1.4  Klasifikasi dan Karakteristik Komunikais Verbal
Komunikasi verbal dapat diklasifikasikan menjadi empat macam yaitu,komunikasi lisan, tertulis , satu arah, dan komunikasi dua arah.
Beberapa karakteristik komunikasi tertulis adalah sebagai berikut; dapat memberikan kesempatan berpikir lebih lama kepada penulis dan pembacanya, dapat menjadi bukti hitam diatas putih, dapat didokumentasikan, sebagai alat pengingat, pedoman untuk bertindak, lebih terkendali, menjamin keseragaman penyampaian pesan, lebih efesien dan lebih menyenangkan.
Sedangkan komunikasi lisan memiliki karakteristik sebagai berikut; lebih fleksibel, persuasif, tanggapan atau respon diperoleh secara langgsung, lebih menekan bagi pihak-pihak yang berkomunikasi  karena repon diberikan secara seketika, penampilan diri sangat berpengaruh, bersifat pribadi dan bi- modal, dapat memberikan respon langsung dan tidak meninggalkan catatan.
Karakteristik dari komunikasi satu arah adalah lebih cepat, teratur dan efisien, sangat tepat digunakan ketika situasi yang rumit, dan memerlukan persiapan yang matang agar penyampaian pesan efektif. Dan terakhir adalah karakteristik komunikasi dua arah adalah sebagai berikut tanggapan atau respon diperoleh secara langsung, penyampaian pesan dapat lebih jelas, lebih demokratis untuk mengambil kesepakatan, komunikasi lebih sulit terkendali dan rentan menimbulkan kekacauan.

1.5  Jaringan Komunikasi
Pertukaran pesan yang terjadi melalui alur tertentu dinamakan jaringan komunikasi. Struktur dan besarnya jaringan komunikasi tergantung dari jumlah individu yang terlibat di dalamnya.
Hasil analisa klasifikasi peran dalam jaringan komunikasi;
1)      Opinion leader, orang yang membimbing dan mempengaruhi keputusan anggota organisasi.
2)      Gate keeper, orang yang mengatur arus informasi dalam komunikasi.
3)      Cosmopolites, penghubung antara organisasi dan lingkungannya.
4)      Bridge, menjembatani komunikasi antara kelompok-kelompok.
5)      Liaison, menjambatani komunikasi antara kelompok tapi bukan termasuk bagian dari kelompok tersebut.
6)      Isolate, mempunyai kontak minimal dengan anggota organisasi lainnya tetapi terasing dalam organisasi.

1.6  Jaringan Komuniakasi Formal
Jaringan komunikasi formal dalam organisasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu sebagaimana terlihat dalam struktur organisasi , yakni ;

1.6.1        Downward communication
Dikelompokan menjadi 5 tipe yaitu;
1.      Instruksi, tugas mengenai apa yang harus dilakukan karyawan.
2.      Rasioanl, pesan yang bersisikan mengenai pencapaian tujuan organisasi.
3.      Idiologi, indiktrinisasi kepada karyawan agar memiliki loyalitas.
4.      Informasi, mengenai peraturan-peraturan organisasi.
5.      Balikan, pesan yang berisi informasi mengenai kinerja karyawan.

1.6.2        Upward communication
Fungsi upward communication diantaranya adalah;
1.      Menegtahuai kapan bawahan siap menerima informasi dari atasan.
2.      Mendapatkan informasi bagaimana sebaiknya keputusan diambil.
3.      Meningkatkan loyalitas karyawan.
4.      Mendapatakan informasi dari karyawan.
5.      Apakah informasi yang disampaikan atasan telah dipahami oleh karyawan.
6.      Membantu bawahan dalam mengatasi masalah pekerjaan.

1.6.3        Horizontal communication
Tujuan dari horizontal communication adalah;
1.      Melakukan koordinasi tugas atau pekerjaan
2.      Membagi informasi dalam melaksanakan fungsi manajemen.
3.      Memecahkan masalah.
4.      Mengatasi konflik.
5.      Menjamin adanya persamaan pemahaman.
6.      Mengembangkan solidaritas.
7.      Meningkatkan hubungan interpersonal.

1.7  Jaringan Komunikasi Informal
Komunikasi informal berjalan secara alamiah karena fungsi eksistensial komunikasi yang melekat pada setiap individu. Jaringan komunikasi informal tidak dipengaruhi oleh kedudukan, jabatan, atau pangkat seseorang. Dalam organisasi, komunikasi informal biasanya berupa desas-desus atau rumor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar