BAB 2
KOMUNIKASI VERBAL
1.1
Pengertian
dan peranan komunikasi verbal
Komuniaksi
verbal adalah komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan bahasa, baik berupa
lisan maupun bahasa tulisan. Tanpa adanya fungsi komunikasi verbal maka
fungsi-fungsi manajemen tidak dapat dilaksanakan. Efek internal secara lebih
kongkrit komunikasi verbal dapat menyebabkan iklim kerja lebih kondusif,
produktifitas meningkat, turn over karyawan menurun, kedisiplinan dan ethos
kerja meningkat. Sedangkan efek eksternal komunikasi verbal dapat berupa citra
kelembagaan yang baik,adanya dukungan masyarakat terhadap keberadaan organisasi
bisnis/ perusahan dan adanya kerja sama dengan pihak-pihak lain yang
berkelanjutan.
1.2
Tujuan
Komuniaksi Verbal
Kegiatan-kegiatan
organisasi yang berhubungan dengan komunikasi verbal, antar lain sebagai
berikut;
a. Rapat/
meeting sangat terpengaruh dari kemampuan komunikasi verbal seorang pimpinan
dan peserta rapat.
b. Penerimaan
Pegawai
Pada saat wawancara
seleksi calon karyawan , seorang pewawancara harus memiliki keterampilan
komunikasi verbal agar dapat menggali
informasi mengenai kualitas calon karyawan.
c. Orientasi
Pegawai
Dalam orientasi pegawai
pimpinan memberikan penjelasan mengenai filosofi organisasi, visi, misi, tujuan
dan sebagainya.
1.3
Komunikasi
Verbal : Lisan dan Tertulis
1.3.1
Komuniksi
Lisan
Dalam praktek komunikasi bisnis,
komunikasi lisan dapat berupa pemberian instruksi, penjelasan, laporan lisan,
pembicaraan untuk atas suatu kebijakan yang akan diambil, usulan, pujian,
teguran, presentasi, negosiasi dan sebagainya. Agar komunikasi lisan dapat
dilakukan secara efektif maka perlu mempersiapkan secara efektif dintaranya
memilih subjek, menentukan tujuan, menganalisa pendengar, mengumpulkan materi,
menyusun garis- garis besar yang akan dikomunikasikan dan melakukan latihan.
1.3.2
Komunikasi
tertulis
Dalam
kegiatan bisnis komunikasi tertulis dapat berupa laporan tertulis, surat pemberitahuan,
surat peringatan, surat keputusan, surat undangan, surat penawaran, surat
permintaan barang, memo dan sebagainya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam komunikasi tertulis yaitu penampilan,pilihan kata,perumusan kalimat yang
sederhana, singkat dan padat, tata bahasa yang baik dan benar, kelengkapan
informasi yang disampaikan dan kesopan santunan.
1.4
Klasifikasi
dan Karakteristik Komunikais Verbal
Komunikasi
verbal dapat diklasifikasikan menjadi empat macam yaitu,komunikasi lisan,
tertulis , satu arah, dan komunikasi dua arah.
Beberapa
karakteristik komunikasi tertulis adalah sebagai berikut; dapat memberikan
kesempatan berpikir lebih lama kepada penulis dan pembacanya, dapat menjadi bukti
hitam diatas putih, dapat didokumentasikan, sebagai alat pengingat, pedoman
untuk bertindak, lebih terkendali, menjamin keseragaman penyampaian pesan,
lebih efesien dan lebih menyenangkan.
Sedangkan
komunikasi lisan memiliki karakteristik sebagai berikut; lebih fleksibel,
persuasif, tanggapan atau respon diperoleh secara langgsung, lebih menekan bagi
pihak-pihak yang berkomunikasi karena
repon diberikan secara seketika, penampilan diri sangat berpengaruh, bersifat
pribadi dan bi- modal, dapat memberikan respon langsung dan tidak meninggalkan
catatan.
Karakteristik
dari komunikasi satu arah adalah lebih cepat, teratur dan efisien, sangat tepat
digunakan ketika situasi yang rumit, dan memerlukan persiapan yang matang agar
penyampaian pesan efektif. Dan terakhir adalah karakteristik komunikasi dua
arah adalah sebagai berikut tanggapan atau respon diperoleh secara langsung,
penyampaian pesan dapat lebih jelas, lebih demokratis untuk mengambil
kesepakatan, komunikasi lebih sulit terkendali dan rentan menimbulkan
kekacauan.
1.5
Jaringan
Komunikasi
Pertukaran
pesan yang terjadi melalui alur tertentu dinamakan jaringan komunikasi.
Struktur dan besarnya jaringan komunikasi tergantung dari jumlah individu yang
terlibat di dalamnya.
Hasil
analisa klasifikasi peran dalam jaringan komunikasi;
1) Opinion
leader, orang yang membimbing dan mempengaruhi keputusan anggota organisasi.
2) Gate
keeper, orang yang mengatur arus informasi dalam komunikasi.
3) Cosmopolites,
penghubung antara organisasi dan lingkungannya.
4) Bridge,
menjembatani komunikasi antara kelompok-kelompok.
5) Liaison,
menjambatani komunikasi antara kelompok tapi bukan termasuk bagian dari
kelompok tersebut.
6) Isolate,
mempunyai kontak minimal dengan anggota organisasi lainnya tetapi terasing
dalam organisasi.
1.6
Jaringan
Komuniakasi Formal
Jaringan komunikasi formal dalam
organisasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu sebagaimana terlihat dalam
struktur organisasi , yakni ;
1.6.1
Downward
communication
Dikelompokan
menjadi 5 tipe yaitu;
1. Instruksi,
tugas mengenai apa yang harus dilakukan karyawan.
2. Rasioanl,
pesan yang bersisikan mengenai pencapaian tujuan organisasi.
3. Idiologi,
indiktrinisasi kepada karyawan agar memiliki loyalitas.
4. Informasi,
mengenai peraturan-peraturan organisasi.
5. Balikan,
pesan yang berisi informasi mengenai kinerja karyawan.
1.6.2
Upward
communication
Fungsi
upward communication diantaranya adalah;
1. Menegtahuai
kapan bawahan siap menerima informasi dari atasan.
2. Mendapatkan
informasi bagaimana sebaiknya keputusan diambil.
3. Meningkatkan
loyalitas karyawan.
4. Mendapatakan
informasi dari karyawan.
5. Apakah
informasi yang disampaikan atasan telah dipahami oleh karyawan.
6. Membantu
bawahan dalam mengatasi masalah pekerjaan.
1.6.3
Horizontal
communication
Tujuan
dari horizontal communication adalah;
1. Melakukan
koordinasi tugas atau pekerjaan
2. Membagi
informasi dalam melaksanakan fungsi manajemen.
3. Memecahkan
masalah.
4. Mengatasi
konflik.
5. Menjamin
adanya persamaan pemahaman.
6. Mengembangkan
solidaritas.
7. Meningkatkan
hubungan interpersonal.
1.7
Jaringan
Komunikasi Informal
Komunikasi informal berjalan secara
alamiah karena fungsi eksistensial komunikasi yang melekat pada setiap
individu. Jaringan komunikasi informal tidak dipengaruhi oleh kedudukan,
jabatan, atau pangkat seseorang. Dalam organisasi, komunikasi informal biasanya
berupa desas-desus atau rumor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar